Setelah merenungi dan mencoba memahami arti kehidupan yang sesungguhnya, aku sadar bahwa walau aku tak siap menghadapinya, kematian itu pasti akan datang. Siap atau tidak siap. Ia tak akan melihat orang yang akan didatanginya. Baik itu orang kaya, miskin, pejabat, guru, ulama, bahkan presiden atau orang yang paling berpengaruh di dunia ini sekalipun pasti akan merasai kematian. Kita tidak akan bisa lari darinya. Walau kita bersembunyi di pulau yang tak pernah dijamah tangan manusia sekalipun, maut tetap akan mendatangi kita. Ketika maut telah mendatangi kita, kita tidak bisa menundanya atau mendahuluinya. Karena ia telah terikat janji dengan Allah, dan ia tunduk dan taat pada-Nya.
Aku mulai mengerti mengapa orang yang hidup di dunia ini diciptakan Allah dengan bentuk dan karakter yang berbeda dan beragam, serta memiliki otak dan pemikiran yang terus berkembang. Karena dengan itu semua, manusia dituntut untuk berfikir dan belajar dari pengalaman hidup, serta musibah untuk dapat saling mengerti dan memahami satu sama lain dan memahami kesuahan orang lain. Banyak sekali rahasia-rahasia Allah yang terpecahkan dengan akal pikiran manusia. Oleh karenanya, manusia dijadikan Allah sebagai khalifah di dunia.
Kini aku sadari bahwa setiap detik yang kulalui, setiap detik yang tak pernah kembali, setiap nafas yang kuhela, adalah sangat berharga kalaulah kita semua menyadarinya. Oleh karena itu kita harus mempunyai tujuan hidup yang jelas. Karena orang yang tak memiliki misi atau tujuan dalam hidup, lebih baik baginya tidak ada di dunia. Tujuan yang mana kita akan memperoleh kebahagiaan bukan hanya di dunia saja, melainkan juga kebahagiaan di akhirat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar